Seminar Poligami Viral Di Media Sosial! Beri Jaminan "Istri Pasti Mau Dipoligami!"

Beberapa waktu lalu viral di media sosial sebuah workshop poligami yang buat netizen berkomentar.

Acara ini adalah kegiatan dari Robbanian Family yang disebutkan misinya adalah “Sebuah workshop poligami untuk menata Mindset Bahagia, agar peserta mudah mengamalkan Syariat Poligami dalam keluarga besar penuh berkah,” tulis keterangan.

Sponsored Ad

Workshop dipandu Coach Hafidin. Ia disebut-sebut sebagai "pakar" poligami dan sudah menjalaninya selama 20 tahun dengan empat istri serta 24 anak.

Pelatihan ini terbatas hanya boleh diikuti pria, dan maksimal kuota peserta sebanyak 30 orang. Setiap peserta ditarik bayaran Rp 4.749.000. Adapun fasilitas yang ditawarkan seperti hotel full AC, makan siang, coffee breakdua kali, hingga hand book.

Terdapat beberapa materi yang akan disampaikan dalam workshop itu, seperti istri menolak poligami, mudah mengamalkan syariat poligami, 65 persen cara sukses poligami, dan manajemen keluarga bahagia. Coach Hafidin menjanjikan dengan ikut pelatihan ini maka istri peserta tidak akan menolak dipoligami.

Sponsored Ad

Organisasi dengan slogan “Spiritual Improvement To Get Happiness” ini nampaknya baru mulai muncul ke permukaan pada Mei lalu. Semua akun media sosialnya baru dibuat pada Mei 2020 dengan setiap posting ditandai lokasinya berada di Kota Serang, Banten.

Hafidin yang menjadi instruktur pelatihan adalah motor Robbanian. Akun Robbanian penuh dengan wajahnya dan berbagai kampanye tentang poligami dan jawaban terhadap kritik dan pertanyaan. 

Sponsored Ad

Salah satunya adalah tudingan bahwa mau menjadi istri kedua dan seterusnya dalam pernikahan sama saja dengan pelakor. Robbanian Family, mengatakan poligami bukanlah merebut suami orang lewat postingan berikut:

Adakah yang benar-benar mengikuti pelatihan yang bianya jutaan itu? Tidak ada dokumentasi baik dari penyelenggara atau ada yang secara terbuka menyatakan sudah mengikutinya. 

Sponsored Ad

Dari penelusuran, lebih banyak warganet yang menyoroti soal poligami dan mahalnya biaya pelatihan ketimbang menyatakan ketertarikan untuk ikut serta.

Tidak sedikit dari warganet menyoroti biaya pendaftaran peserta, mereka menilai harga tersebut cukup menguras kantong.


Sumber : linetoday 

Kamu Mungkin Suka